/Kopiah Jangang, Peci Khas Banjar Berbahan Akar Pohon

Kopiah Jangang, Peci Khas Banjar Berbahan Akar Pohon

Bicara kebudayaan Banjar tentu banyak hal yang bisa kita bahas dan bicarakan, tidak terkecuali hasil kerajinannya, dimana hasil kerajinan yang merupakan berupa bentuk kearifan lokal tersebut merupakan bagian dari kebudayaan itu sendiri.

Salah satu kerajinan khas Banjar ialah Peci (Kopiah Jangang) dimana keunikan peci khas Kalimantan Selatan ini yaitu, dianyam langsung dan berbahan dari akar pohon Jangang. Pohon jangang marak ditemui di hutan-hutan belantara Kalimantan.

Kopiah ini dikatakan unik selain berbahan akar kayu dan pembuatannya secara tradisional, desaian kopiah yang dianyam dengan banyak motif dan berlobang serta bentuk fisik lemas dan bisa dilipat menjadikan kopiah ini unik atau berbeda dari kopiah jenis lainnya.

Meski dibuat secara tradisional, pembuatan kopiah ini perlu keahlian khusus sebab proses pembuatannya sepenuhnya dianyam menggunakan pola-pola khusus, dimana polanya ada yang berupa gelombang, bunga teratai dan hati.

Dulunya kopiah yang sentra pembuatannya banyak ditemui di Desa Margasari, Rantau, Kabupaten Tapin ini, memiliki strata sosial bagi masyarakat penngunanya, kondisi ini terjadi saat masyarakat muslim tanah Banjar belum mengenal jenis peci seperti yang ada kini. Karenanya, masyarakatnya berinisiatif membuat sendiri untuk keperluan beribadah dan pemakainya terbatas hanya para santri dan ulama.

Bahkan menurut cerita dulu di Desa Margasari, siapa yang memakai kopiah jangang ini dianggap bisa membaca doa atau memimpin majelis pengajian. Makanya, dulu kopiah ini tidak dipakai oleh sembarang orang, hanya para santri dan ulama yang sekiranya bisa dipercaya menjadi imam shalat atau penceramah yang berhak memakainya.

Sehingga tak heran, dulu kopiah ini sangat populer di kalangan pesantren. Banyak santri atau kaum alim ulama yang memakainya dan karena keindahan unsur tradisionalnya. Namun seiring berjalannya waktu dan banyak peminat dari luar pesantren, kopiah ini turun kasta jadi peci yang sering dipakai masyarakat, kini kopiah Jangang ini menjadi salah satu cendra mata dari Tanah Banjar yang dibawa kemana-mana bahkan sampai ke Arab Saudi.