/Apam Barabai

Apam Barabai

Jika bicara kuliner asli Banua khusus jenis kue (Wadai), maka kita akan menemukan istilah Wadai 41 macam (41 jenis wadai).

Istilah 41 macam Wadai ini erat kaitannya dengan rangkaian tradisi yang dijalankan oleh orang Banjar, baik itu untuk prosesi sebuah ritual baik untuk upacara seperti perkawinan maupun lainnya.

Namun kini, Wadai 41 sebutan untuk puluhan jenis penganan khas Banjar ini sering dihadirkan dalam perayaan-perayaan.

Menurut Budayawan Banjar Mukhlis Maman menuturkan, angka ”41” dalam penamaan itu memiliki beragam versi penjelasan.

Ada yang memahami angka 41 itu sakral, sama sakralnya dengan ’hari ke-41’ dalam tradisi keseharian urang Banjar. Ada pula yang menafsir bahwa jumlah wadai yang lazim dihadirkan dalam beragam perayaan urang Banjar memang punya 41 jenis.

Ke 41 Wadai yang dimaksud yakni, Bingka,Bingka Barandam, Kararaban, Kikicak, Bulungan hayam, Kelalapon,Cingkarok batu,Wajik,Apam,Undi-undi, Untuk-untuk, Sarimuka, Wadai balapis, Cincin, Cucur, Lamang, Cakodok, Gaguduh, Ronde, Ilat sapi, Garigit, Sasagun, Lupis, Pais pisang, Hintalu karuang, Wadai satu, Gincil, Katupat balamak, Bubur sagu, Serabi, Putri salat, Patah, Pais sagu, Pais Waluh, Dadar gulung, Agar-agar habang, Wadai gayam, Amparan tatak, Pundut, Ipau dan Gagatas.

Selain ke 41 wadai ini, ada satu jenia wadai yang dikenal luas masyarakat Banjar khususnya daerah Hulu Sungai yakni, Apam Barabai.

Apam Barabai sendiri adalah kue basah yang dibuat dari tepung beras, santan, gula merah atau putih, dan tape singkong.

Makanan ini bentuknya bulat dan tipis, berwarna merah kecoklatan atau putih. Teksturnya sangat lembut, sehingga enak di lidah.

Yang berwarna merah kecoklatan, biasanya menggunakan gula merah, sehingga rasanya sangat khas, gurih dan manis, aromanya pun memiliki aroma yang kuat dari gula aren. Yang warna putih pun tak kalah enak, rasanya juga manis, orang yang kurang suka aroma dan rasa gula merah bisa memilih apam yang putih ini.